Selasa, 08 Oktober 2019

Foxtrot Six, Aksi Heroik 6 Jagoan Lokal Aroma Internasional

Jakarta - Foxtrot Six adalah salah satu film paling ditunggu tahun ini. Film ini, diproduksi oleh MD Entertainment dan Rapid Eye, menjadi film Indonesia pertama yang menggunakan dialog bahasa Inggris penuh.

Disutradarai oleh Randy Corumbis, Foxtrot six adalah serangkaian aktor bintang enam. Mereka adalah Oka Antara dalam peran Anga, Verdi Solomon dalam peran Uji, Chico Gerejo dalam peran spesifikasi, Rio Deoanto dalam peran Parra, putra Arvin di Tino, dan Mike Lewis dalam peran Ethan.

Diproduksi sejak 2015, Foxtrot Six adalah salah satu film Imagery (CGI) yang didukung komputer. Penggunaan CGI diharapkan memberikan gambar yang menarik.

Jadi tidak mengherankan jika film ini menghabiskan banyak biaya. Manoj Punjabi menambahkan sebagai produser baru-baru ini: "Total hingga 5 juta dolar AS, atau setara dengan 70 miliar rupee. Ini adalah keberanian luar biasa. Kami berharap dapat menjadi referensi bagi industri film Indonesia."

Tidak hanya itu, ia juga menghasilkan Mario Cassar, produser banyak film Hollywood terkenal seperti Terminator dan Rambo, Total Recall, Batik Instinct, dan lainnya.

Tidak mengherankan, ada sedikit sentuhan Hollywood dalam film ini.

Sinopsis
Foxtrot Six menceritakan situasi Indonesia di masa depan yang penuh dengan status sosial yang tidak seimbang. Ada warga yang menjalani kehidupan yang baik, tetapi ada beberapa orang yang lapar dan miskin.

Kondisi kacau ini tidak dapat dipisahkan dari kepemimpinan partai Piranas yang otokratis dan tidak peduli dengan nasib buruk rakyatnya. Letnan Anga tidak tahan dengan posisi ini.

Kemudian Angga mengundang lima teman baiknya, Oggi, Spec, Bara, Tino, dan Ethan untuk bertarung dengan partai pemberontak. Di perjalanan, Anga bertemu dengan seorang wanita yang mengisi masa lalunya, yaitu Sari.

Bersama Sari, Anga dan teman-temannya bertempur secara brutal dan membahayakan, yang mengancam kehidupan mereka. Bisakah Anga dan teman-temannya melawan partai pemberontak dan memulihkan kesejahteraan negara?

0 komentar:

Posting Komentar